Gerbang Bintang Selatan (GBS): Konsisten Mengawal Pembangunan Kulonprogo

Gerbang Bintang Selatan (GBS): Konsisten Mengawal Pembangunan Kulonprogo

KULONPROGO tengah menggeliat. Cukup banyak pembangunan berskala nasional di kabupaten paling barat di DIY ini. Salah satunya adalah megaproyek pembangunan bandara baru New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang menjadi salah satu proyek strategis nasional.

Rangkaian program pembangunan skala nasional yang dilakukan di Kulonprogo memberikan harapan baru bagi perkembangan daerah ini. Dukungan pun terus mengalir demi sukses pelaksanaan program, seperti yang digaungkan LSM Gerbang Bintang Selatan (GBS).

GBS disebut sebagai bentuk tanggung jawab moral dari para aktivis yang ada di Kulonprogo. Terlebih karena pembangunan ini merupakan gerbang perubahan bagi Yogyakarta, khususnya Kulonprogo.

Baca juga:

Demikian diungkap Ketua GBS, Gendut Minarto saat berbincang dengan wartakonstruksi.com, kemarin. Gendut merupakan sosok yang berada di garis depan untuk mengawal beragam proyek strategis nasional di wilayah ini. Melalui GBS, ia bertekad mengorganisir warga dan seluruh potensi Kulonprogo agar membuka diri, menyiapkan diri dan berperan aktif menyambut proyek-proyek tersebut.

GBS lahir pada 21 November 2017. Muncul dari kegelisahan-kegelisahan karena sekian lama Kulonprogo kurang diperhatikan, kemudian sekarang diperdulikan namun gelombangnya cukup besar, sehingga banyak kesulitan yang muncul. GBS berpandangan satu-satunya kunci adalah membuat sebuah organisasi.

“GBS membawahi paguyuban-paguyuban, di antaranya paguyuban tambang, transportasi, masyarakat peduli Progo dan lain-lainnya. Saat ini kita cuma fokus di dua hal saja yakni sumber daya manusia dan sumber daya alam,” jelas Gendut.

Langkah konkret yang dilakukan GBS sebagai bagian dari upaya mendorong warga berperan aktif menyambut perubahan adalah dengan mendorong masyarakat untuk segera membentuk BUMdes. BUMDes dinilai memiliki ruang lebih baik dibanding koperasi.

Melalui BUMDES, lanjut Gendut, warga Kulonprogo di tingkatan desa bisa direkrut secara profesional dan proporsional untuk membangun ekonomi, karena itu perintah undang-undang.

“Kebetulan saya ketua asosiasi BUMDES di Kulonprogo. Sekarang teman-teman baru bergeliat semua, ini butuh kerja nyata dari berbagai stakeholder. Karena hanya SDM dan SDA yang mampu kita lakukan untuk kepentingan bersama untuk Kulonprogo ke depan,” terangnya.

Ketika ada pembangunan bandara, pihaknya berada pada garda terdepan untuk mendukung. Pembangunan ini disebut sebagai bukti bahwa cita-cita warga Kulonprogo sudah nampak.

Contoh lain terkait proyek Pelabuhan Tanjung Adikarto, di mana saat ini pemerintah provinsi sudah menyiapkan programnya lalu GBS mendorong agar realisasi operasionalnya dipercepat. Juga megaproyek pasir besi yang sempat mangkrak.

 

Jurnalis : Arif K Fadholy

Editor     : Sodik

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )