Jl Banjarsari-Butuh: Diperbaiki dengan Duit Rakyat, Dirusak Truk Pasir Overweight

Minim, Pengawasan oleh Instansi Berwenang

SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Merusak lebih mudah daripada memperbaiki. Mungkin itu gambaran yang cocok untuk melihat kondisi Jalan Banjarsari-Butuh, Cangkringan, Sleman. Pekerjaan peningkatan jalan sia-sia karena terus dirusak dump truck dengan muatan berlebih tanpa pengawasan berlanjut.

Jalan tersebut digarap melalui pekerjaan peningkatan jalan paket 7. Anggaran yang digelontor untuk pekerjaan yang digarap CV Bima Sakti sebesar Rp 2.128 miliar dari APBD Kabupaten Sleman tahun 2017 lalu. Sayang kini kondisi jalan, pada beberapa bagian mengalami kerusakan.

Baca juga:

Tim wartakonstruksi.com menyempatkan melihat langsung kondisi jalan. Hasilnya di lokasi terlihat jelas pada jalan menurun di dekat jembatan, jalan mengalami kerusakan parah. Jalan bergelombang lumayan dalam. Lapisan aspal mengelupas dan jalan amblas lumayan dalam. Sehingga dump truck yang melintas pun harus melaluinya perlahan.

Kondisi jalan yang cukup parah ini terlihat setidaknya sepanjang 50 meter. Kondisi jalan pun kian mengkhawairkan karena lalu lintas dump truck pengangkut material pasir maupun batu cukup padat. Dari hasil perhitungan kasar wartakonstruksi.com di lapangan, dalam 5 menit saja tercatat ada 12 dump truck bermuatan material pasir dan batu yang melintas. Sebagian besar masuk kategori overweight alias kelebihan muatan.

Truk muatan material pasir maupun batu harus melintas perlahan saat melewati jalan yang rusak akibat tidak kuat menahan beban kendaraan overweight. Foto: Dok WK

Informasi yang berhasil dihimpun media ini menyebut, kontraktor pelaksana pekerjaan meradang akibat kerusakan jalan. Kontraktor bahkan harus beberapa kali melakukan perbaikan atas kerusakan yang dilakukan secara sengaja. Perbaikan disebut dilakukan hingga 3 kali. Di sekitar lokasi masih terlihat jelas bekas perbaikan yang dilakukan.

Yang memprihatinkan, kerusakan jalan tidak hanya terlihat pada satu titik saja. Kerusakan terlihat pada beberapa titik lain di sepanjang jalan Banjarsari-Butuh. Hanya memang kerusakan tidak separah di lokasi yang berdekatan dengan jembatan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Sleman, Ir Sapto Winarno MT mengakui kerusakan di lokasi proyek yang digarap CV Bima Sakti tahun lalu memang mengkhawatirkan. Ke depan, kata dia, pihaknya merencanakan rigid pavement untuk tempat-tempat yang kritis.

Lalu lintas truk bermuatan seperti ini cukup padat. Dalam 5 menit saja ada 12 truk yang melintas. Foto: Dok WK

Menurut Sapto, pihaknya tidak hanya diam melihat kerusakan yang terus berulang. Sepekan lalu, pihaknya melakukan rapat dengan Polres Sleman dan Dinas Perhubungan ditindaklanjuti dengan operasi di lapangan. Hanya saja operasi belum menyelesaikan masalah. “Dalam operasi kemarin truk-truk sembunyi dan sekarang muncul lagi. Berarti hanya kucing-kucingan kan?” tanyanya.

Sapto menambahkan, kendaraan berat melalui jalan tersebut karena ada perbaikan pada ruas jalan Suruh-Singlar. “Tapi kalau yang lewat kendaraan dengan muatan berlebih ya rusak,” katanya.

Operasi untuk menertibkan kendaraan dengan muatan berlebih semestinya tidak hanya dilakukan satu kali saja. Instansi terkait perlu melakukan operasi secara random dan intensif agar kendaraan yang melintasi jalan itu bisa lebih tertib dan tidak merusak jalan yang diperbaiki dengan uang rakyat. (Redaksi WK)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )