Manajemen Traffic Buruk, Proyek Jalan Dipan-Kulur Dikeluhkan Warga

Manajemen Traffic Buruk, Proyek Jalan Dipan-Kulur Dikeluhkan Warga

KULONPROGO (wartakonstruksi.id) – Proyek perbaikan jalan Dipan-Kulur yang tengah berlangsung menuai keluhan warga. Selain pekerjaan, warga mengeluhkan buruknya manajement traffic di sepanjang lokasi proyek. Pada malam hari, kondisi ruas jalan itu lebih memprihatinkan lagi.

Damaryanti, salah satu warta Kokap yang setiap hari melintasi ruas jalan itu mengungkapkan, pelaksana proyek terkesan asal-asalan dan tidak mempersiapkan pekerjaan dengan baik pada proyek yang sedang berlangsung di beberapa titik.

“Penjaganya tidak memadai, dan pada bagian jalan yang hanya bisa dilalui satu lajur kendaraan bisa ‘tempukan’ di tengah,” ucap Damaryanti kepada media ini, Rabu (8/5/2019).

Baca juga:

Selain soal penjagaan, ada bekas galian untuk pemasangan box culvert yang menjadi gundukan dan belum dibersihkan. Gundukan berupa bekas urugan, kerikil dan pasir sangat membahayakan pengendara yang melintas khususnya roda dua.

Lebih jauh dia menjelaskan, pada satu titik pekerjaan di bagian tanjakan yang lokasinya dekat dengan masjid, juga tanpa penjaga. Pengendara yang melintas jalan itu dari arah barat tidak dapat melihat kendaraan dari arah berlawanan.

“Yang sudah terlanjur masuk ternyata di tengah ada mobil, ya mau tidak mau harus minggir dulu. Kalau tidak begitu dua-duanya tidak ada yang bisa lewat. Masak pekerjaan yang nilainya besar pelaksanaannya seperti itu,” keluhnya.

Jangan lewatkan juga:

Senada diungkap Suyadi. Menurutnya, pelaksana proyek semestinya tidak asal garap karena mengerjakan proyek yang bersinggungan dengan pengguna jalan. “Harusnya ada penjaga atau pengaman karena jalan itu juga masih dilalui, tidak ditutup total,” katanya.

Dia menjelaskan, pengendara banyak yang terjebak di tengah karena tidak adanya penjaga maupun pengatur. Padahal bila sudah begitu, lalu lintas jadi crowded dan salah satu harus mau mengalah. “Repot itu kalau sudah tempukan di tengah,” jelasnya.

Ditambahkan, di lokasi tidak ada rambu pengaman khususnya lampu saat malam hari. Dia juga tidak menemukan papan pengumuman proyek yang tengah digarap. Di siang hari masih ada rambu yang terlihat tertu;iskan “Kurangi Kecepatan Sekarang!!!. Ada Perbaikan Jalan”.

Hasil penelusuran dari laman lpse.kulonprogokab.go.id, lelang paket pekerjaan Dipan-Kulur (121) reguler dimenangkan PT Aditya AP asal Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah dengan penawaran Rp 5.630.514.225,92 dari HPS Rp 6.998.747.460,26. Red

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )