Pemanfaatan Sistem Kamijoro Tak Sesuai Rencana Awal?

Pemanfaatan Sistem Kamijoro Tak Sesuai Rencana Awal?

YOGYA (wartakonstruksi.id) – Pembangunan Sistem Kamijoro masih dalam proses. Nantinya, sistem yang akan dikelola dengan mekanisme Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) bakal dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih di kawasan Kulonprogo, khususnya bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

Namun ternyata, pemanfaatan Sistem Kamijoro yang pembangunannya diperkirakan membutuhkan dana Rp 45 miliar tidak lagi sesuai dengan rencana semula. Belakangan pemanfaatan Sistem Kamijoro juga akan diarahkan ke Bantul menyusul adanya usulan dari kabupaten ini. Besaran usulan yang diajukan mencapai 200 ltr/dtk.

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, PPK Air Tanah dan Air Baku, Sony Santoso ST MT mengungkapkan, suplai air bersih dari Sistem Kamijoro yang mencapai 500 ltr/dtk disiapkan untuk memenuhi kebutuhan kawasan bandara, kemudian industr pasir besi.

Baca juga:

Dari jumlah itu, 200 ltr/dtk untuk memenuhi kebutuhan kawasan bandara, 100 ltr/dtk untuk kebutuhan industri di sekitar bandara, dan 200 ltr/dtk dialokasikan untuk industri pasir besi yang berlokasi tak jauh dari bandara YIA. Dengan alokasi seperti ini, pembangunan bendung Kamijoro disesuaikan dengan rencana tersebut.

Hanya saja, setelah pembangunan bendung selesai, Kabupaten Bantul tiba-tiba mengajukan usulan tambahan suplai air bersih dari Sistem Kamijoro mencapai 200 ltr/dtk. Otomatis usulan ini mengubah rencana alokasi yang sudah disiapkan sejak awal.

Kini, dari 500 liter air bersih yang dihasilkan Sistem Kamijoro, sebanyak 300 ltr/dtk saja yang akan dialirkan ke Kulonprogo untuk memenuhi kebutuhan bandara YIA, industri pasir besi dan kawasan industri Sentolo. Sedangkan sisanya bakal dialokasikan ke Kabupaten Bantul.

Kabid Cipta Karya Dinas PUP ESDM DIY, Arif Azazi Zein ST M.Eng mengatakan secara teknis seharusnya tidak ada masalah dengan perubahan rencana pemanfaan air bersih dari Sistem Kamijoro. Menurutnya, bagaimana menyiasati desain konstruksi bendung dan penempatan IPA, merupakan bagian dari tugas engineer.

“Buat saya itu tidak masalah. IPA dibuat di Kulonprogo kemudian airnya juga dialirkan ke Bantul, secara teknis mestinya tidak ada persoalan. Itu kan hanya soal teknis saja. Tinggal nanti direkayasa seperti apa, pasti bisa. Kalau ada IPA di dua lokasi justru malah tidak efektif, kalau menurut saya,” katanya. ED-01

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )