Penanganan Tak Pernah Tuntas, Kerusakan Jl Raya Muncangela Dikeluhkan

Penanganan Tak Pernah Tuntas, Kerusakan Jl Raya Muncangela Dikeluhkan

KUNINGAN (wartakonstruksi.id) – Warga Desa Muncangela, Cipicung, Kuningan, Jawa Barat dan sekitarnya yang terbiasa menggunakan ruas Jalan Raya Muncangela hares rela bersabar. Kerusakan jalan di ruas tersebut tidak akan terselesaikan dalam waktu dekat.

Kerusakan jalan yang cukup parah terjadi hampir di sepanjang ruas jalan tersebut. kerusakan misalnya terjadi di dekat simpang menuju Karoya. Tak jauh dari bengkel sepeda motor, pada jalan yang sedikit menanjak, jalan rusak parah. Lubang terlihat menganga di kiri kanan jalan.

Bagian aspal mengelupas sangat membahayakan pengguna jalan. Kendaraan yang melintas tidak punya pilihan selain harus bersabar melewatinya. Bila dipaksakan dengan kecepatan lebih tinggi, hampir pasti pengendara akan terjatuh.

Baca juga:

Kerusakan di bagian ini sejatinya bukan kali ini saja. Kerusakan justru sudah terjadi secara rutin. Beberapa kali dilakukan perbaikan dan diaspal ulang, namun kerusakan kembali terjadi. Penanganan sendiri terkesan dilakukan alakadarnya.

Kontur tanah di titik tersebut tidak memungkinkan hanya dilakukan dengan perbaikan seadanya. Bila ingin lebih awet mestinya bagian itu diperbaiki dengan rigid beton bukan aspal biasa.

Dari titik tersebut, masih tampak sejumlah kerusakan yang tak kalah parah. Lubang-lubang dengan diameter lebih kecil terlihat di sepanjang jalan hingga depan warung bakso Finza. Kemudian di depan SDN 1 Muncangela, kerusakan tampak lebih parah.

Sekitar 100 meter dari titik itu, kerusakan parah kembali terlihat. Bagian aspal mengelupas dan membentuk ceruk yang lumayan dalam dan membahayakan. Jangankan roda 2, roda 4 saja harus lebih pelan melewati titik tersebut.

Berikutnya kerusakan parah lain juga terlihat di depan SDN 2 Muncangela. Bagi pengendara yang baru pertama kali melewatinya dipastikan akan terjebak kondisi jalan, mengingat ruas itu persis berada di samping persimpangan jalan.

Maulana Yudi, salah satu pengendara yang melintas mengaku tak habis pikir kerusakan parah seperti itu tidak segera diperbaiki. “Seperti tidak punya pejabat daerah saja. Ini kan bahaya, apa nunggu ada korban dulu baru diperbaiki,” keluh Yudi diamini rekannya Agus.

Pihak desa sendiri beralasan bukan tak peduli dengan kondisi jalan di wilayahnya. Hanya saja, Pemdes tidak bisa berbuah banyak lantaran status jalan merupakan jalan kabupaten sehingga penanganannya menunggu dari Pemkab Kuningan.

“Kami terus berupaya agar jalan yang rusak itu bisa segera diperbaiki. Bukan kami tidak peduli, tapi karena statusnya adalah jalan kabupaten sehingga penanganannya bukan di kami. Kami juga belum tahu kapan perbaikan bisa dilakukan. Kami tetap berusaha agar bisa segera,” ucap perwakilan Pemdes. Okz

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )