REHAB MAKAM IMOGIRI: Masih Proses Perencanaan, Penanganan Fisik Libatkan Kementerian PU

REHAB MAKAM IMOGIRI: Masih Proses Perencanaan, Penanganan Fisik Libatkan Kementerian PU

YOGYAKARTA (wartakonstruksi.id) – Penanganan permanan longsor di makam Imogiri yang terjadi beberapa waktu lalu dipastikan terus berjalan. Prosesnya masih dalam tahap pematangan perencanaan mengingat penanganan tidak hanya dilakukan Pemda DIY melainkan melibatkan Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).

Kepastian ini sekaligus menepis anggapan bahwa penanganan longsor Makam Imogiri sangat lamban. “Kalau yang dilihat pekerjaan fisik memang kesannya lamban karena kita memang belum mulai ke situ. Penanganan komprehensif kan harus dengan data-data yang akurat,” ucap Arif Azazi Zein ST M.Eng, Kabid Cipta Karya, Dinas PUP ESDM DIY, kemarin.

Menurut Arif, penanganan darurat sudah ditangani oleh BPBD termasuk drainasenya agar aliran air tidak menambah parah longsoran. Lokasi ditutup terpal dan arah aliran air ditata agar tidak kembali mengalir ke lokasi semula bila turun hujan.

Baca juga:

Setelah itu baru dilakukan penanganan yang bersifat permanan untuk menata longsor sekaligus penanganan secara komprehensif yang melibatkan Kementerian PU melalui balai besar. “Secara teknis Dinas PU tidak kanggonan kegiatan, tapi memandu proses perencanaan termasuk mengkoordinasikan dengan Balai,” terangnya.

Untuk penanganan permanan, ungkap Arif, prosesnya saat ini masih tahap perencanaan. Perencanaan dipastikan harus matang didukung data-data yang akurat. Salah satu yang dilakukan untuk memperoleh data itu misalnya dengan melakukan soil test.

Pengeboran tanah untuk soil test dilakukan di tiga titik dengan kedalaman 50 meter. Karakter tanah kemudian diteliti. Selain itu ada pengetesan geolistrik. “Jadi nanti saling mengonfirmasi. Apa yang didesain jangan sampai tidak perfect,” tegasnya.

Jangan lewatkan juga:

Proses perencanaan sendiri sudah hampir final. Pada tanggal 20-an mendatang akan dilakukan presentasi di Kraton Yogyakarta karena makam yang akan ditangani merupakan makam Kraton dan penanganannya menggunakan Dana Keistimewaan.

Dalam praktiknya, lanjut Arif, pekerjaan fisik akan dibagi dengan sistem zonasi. Zonasi antara Pemda dan Balai dipisah agar akuntabilitasnya terjaga. “Nanti yang dari Kementerian PU melalui Balai itu kan juga menangani bukit, teraseringnya, drainasenya, kemudian sungai yang dibawahnya juga ditata sekalian,” tambahnya.

Dana yang dialokasikan dari Danais sebesar Rp 10 miliar untuk pekerjaan fisiknya, sedangkan dari Kementerian PU masih belum diketahui karena masih dalam proses usulan. Penanganan permanan longsor Makam Imogiri dipastikan selesai tahun ini. Red

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )