Tahun 2019, Pemkab Klaten Tidak Bangun Pasar Baru, Hanya Kios

KLATEN (wartakonstruksi) – Pembangunan dan renovasi pasar maupun kios pasar dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Klaten di sepanjang 2018. Pembangunan dan renovasi dilakukan dengan harapan bisa lebih menumbuhkan perekonomian masyarakat melalui pasar-pasar tradisional.

Ada tiga pasar yang dibangun dengan menggunakan dana APBD. Pasar-pasar itu di antaranya Pasar Tanjung, Kecamatan Juwiring, Pasar Tegalgondo, Kecamatan Wonosari dan Pasar Buah Sungkur di Kecamatan Klaten Tengah. Khusus Pasar Tegalgondo dilakukan renovasi kios pasar. Adanya pembangunan kios itu diharapkan bisa membuat lebih nyaman bagi para pedagang di pasar itu.

Sekretaris Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Klaten, Supriyanta, mengungkapkan ada 30 kios lama yang direnovasi di Pasar Tegalgondo. Kios-kios tersebut memang sudah saatnya direnovasi. Biaya pembangunan dan renovasi kios pasar bersumber dari APBD sebesar Rp 1,9 miliar. Sedangkan untuk pengerjaannya ditangani oleh CV Analisa.

“Untuk tiga pasar itu sudah terselesaikan. Sedangkan di Pasar Tegalgondo, total sudah ada 50 kios yang tersedia dan dipergunakan. Sebelumnya ada 20 kios yang sudah direnovasi pada saat pembangunan Pasar Tegalgondo dulu,” kata Supriyanta.

Untuk tahun 2019, pemerintah tidak melakukan pembangunan pasar baru. Namun ada rencana pembangunan kios. Salah satunya di Pasar Buah Sungkur yang rencananya akan dibangun kios untuk menampung pedagang atau PKL yang membuat stempel dan plat nomor di Jalan Irian. PKL di jalan itu akan dipindahkan bila pembangunan kios atau lapak di sekitar pasar buah sudah selesai di tahun ini.

Pasar Sungkur sendiri disediakan untuk pedagang buah di Jalan Bali yang masuk zona kuning. Di Jalan Bali itu, PKL bisa membuka dagangan di sore hari, yaitu pukul 15.00 WIB sampai 05.00 dinihari. Zona tersebut juga hanya akan digunakan untuk warung atau pedagang kuliner.

Pemindahan PKL Jalan Bali dilakukan paling lambat akhir bulan Maret 2019. Pasalnya di akhir bulan itu, jalan Bali sudah harus bersih dari PKL. Keputusan pemindahan tersebut didasarkan hasil pertemuan pemerintah, paguyuban pedagang di Jalan Bali dan anggotanya.

“Dari pertemuan itu disepakati pemindahan dilaksanakan paling lambat akhir Maret Tahun ini  Semua menerima keputusan tersebut. Selama belum ditempati, pasar menjadi tanggung jawab dinas,” kata Didik Sudiarto, Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disdagkop UKM.

 

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (1)
Disqus (1 )