Uji Coba Aspal Plastik: Sekolah di Kulonprogo Suplai 30 Persen Bahan Baku

Uji Coba Aspal Plastik: Sekolah di Kulonprogo Suplai 30 Persen Bahan Baku

KULONPROGO (wartakonstruksi.com) – DIY mendapat giliran menguji coba aspal plastik mulai tahun ini. Hasil uji coba yang dilakukan di sejumlah kota besar di Indonesia menunjukkan bahwa aspal yang dicampur plastik jauh lebih kuat dan tahan lama disbanding aspal biasa.

“Dari hasil uji lab dan uji teknis kekuatan, itu memang dalam kadar tertentu campuran maksimal 6 persen itu bisa memperkuat jalan aspal, umurnya lebih panjang, dan bisa menutupi pori-pori aspal. Itu membuat lebih awet sehingga teknologi itu diterapkan di Kulonprogo ini,” ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulonprogo, Arif Prastowo saat ditemui wartakonstruksi.com di kantornya, Rabu (5/9/2018).

Menurut Arif, aspal campuran plastik tersebut coba digunakan untuk proyek rehabilitasi jalan Sentolo-Nanggulan sepanjang 5 kilometer. Meski baru pertama kali dilakukan di Kulonprogo, namun sejatinya pemanfaatan ini bukanlah yang pertama di Indonesia.

Baca juga:

Secara teknis, kata Arif, dibutuhkan cukup banyak kantung plastik untuk proses uji coba. Untuk uji coba di jalan sepanjang 5 kilometer dibutuhkan sekitar 8,5 ton kantung plastik. Satker Puslitbang Jalan dan Jembatan meminta pihaknya agar semua plastik itu disediakan dari Kulonprogo.

“Kami berusaha memenuhi kebutuhan itu. Target kami terpenuhi 30 persen dari keseluruhan kebutuhan. Karena 8,5 ton itu bukan jumlah yang sedikit,” terang Arif.

Arif menjelaskan, di satu sisi Kulonprogo tengah memikirkan upaya-upaya pengurangan limbah plastik untuk menuju Kulonprogo bebas sampah 2025. Sehingga, proyek aspal plastik menjadi pintu masuk untuk mengelola sampah secara keseluruhan.

Ruas jalan di Kulonprogo ini menjadi lokasi uji coba pemanfaatan aspal yang dicampur limbah plastik. DIY baru mulai menguji coba aspal plastik tahun ini. Foto: Arif K Fadholy

Guna memenuhi kebutuhan plastik untuk kebutuhan aspal plastik, pihaknya mengumpulkannya kantung-kantung plastik itu melalui sekolah baik SD, SMP, SMA, SMK, maupun Madrasah. Dengan jumlah siswa di di Kulonprogo yang mencapai 70 ribu lebih, maka pihaknya akan mendapatkan sampah plastik sebanyak 3 ton dalam satu bulan.

Jumlah tersebut bila dijumlah lebih dari 30 persen. “Pada 31 Agustus kemarin kami sudah mengambil plastik-plastik dari sebagian besar sekolah dan sudah terkumpul 1 ton kantung plastiik. Kami optimis karena sampai saat ini masih banyak yang belum mengumpulkan. Sehingga, kami optimis sampai akhir September bisa itu 3,5 ton tercapai,” imbuh Arif.

Setelah sekolah mengumpulkannya, plastik kemudian disalurkan ke bank-bank sampah yang sudah ditentukan, kemudian truk milik UPTD Bank Sampah mengambilnya lalu disalurkan ke Bank Sampah Induk. Di tempat itu akan diolah dengan mesin pencacah plastik yang didapatkan dari Puslitbang Jalan Raya dan jembatan.

Dari mesin itu akan keluar butiran plastik berukuran kecil. Butiran kemudian dipak, lalu dibawa oleh proyek ke tempat mesin pengolahan aspal, kemudian aspal siap digelar. “Kami masih pelajari, karena mesinnya itu cuma satu, sehari itu kira-kira berapa kilogram. Kekuatan listriknya cukup besar, 3000 watt,” pungkasnya.

 

Jurnalis  : Arif K Fadholy

Editor      : Sodik

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )